HAKIKAT
MANUSIA
A. Penciptaan Manusia
Salah
satu spesies makhluk hidup di bumi adalah manusia. Keberadaannya pertama kali
di bumi ini tidak diketahui secara pasti. Sejarah panjangnya merupakan
rangkaian peristiwa yang tidak terputus-putus.
Teori evolusi mengatakan bahwa alam ini, termasuk manusia
yang berada di dalamnya berkembang secara evolusionis dari makhluk yang sangat
sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi makhluk yang lebih kompleks.
Pandangan yang lain, seperti pandangan ahli agama,
mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan di tempat ini (dibumi), dan
bukan merupakan bagian panjang dari sejarah alam seperti diperkirakan salam
pandangan evolusionisme. Manusia pertama yang kemudian disebut dengan Adam itu
diciptakan di dalam surga.
Kehidupan Adam dan keturunannya ini mempunyai peran besar
dalam kehidupan di bumi ini, segan mengelola, memanfaatkan dan melestarikan
nya. Peran itu diwujudkan pula untuk pengembangan diri dan lingkungannya supaya
mempunyai dukungan positif terhadap kehidupannya.
B. Dimensi Kepribadian
Manusia
- Aspek Fisik Manusia
Pandangan satu pihak tentang manusia lebih menekankan
pada realitas dan fungsi-fungsi jasmani. Anggapan demikian menujukan bahwa
keberadaan dan kehidupan manusia sangat ditentukan oleh fisiknya.
- Psikis Manusia
Pandangan lain lebih menekankan pada realitas dan fungsi
rohani. Aktivitas dan perbuatan manusia secara lahir sangat ditentukan oleh
aspek rohaninya, karena aspek jasmani hanya merupakan bayangan atau
pengejawantahan dari realitas ruhani.
- Daya Praktis
Daya praktis yaitu jiwa yang berhubungan dengan badan.
- Daya Teoritis
Daya
teoritis adalah kemampuan akal untuk berpikir sendiri dan tidak untuk melakukan
sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan atau perbuatan yang bersifat fisik.
Daya teoritis mempunyai beberapa tingkatan, yaitu: Material Intelect,
Intelectus in Habitu,Acquired Intelect.
PAKET
2
KEBUTUHAN
DAN PENGEMBANGAN DIMENSI KEPRIBADIAN MANUSIA
A. Kebutuhan Manusia
Ketika anda menyadari diri anda secara total, maka anda
mengetahui bahwa diri anda terdiri dari aspek jasmani dan rohani. Kesadaran
diri anda dapat dirasakan dan gejalanya dapat dimanifestarikan dalam bentuk
sikap dari perbuatan fisik walaupun keadaan itu bersifat psikis.
- Kebutuhan Hidup yang
Bersifat Fisik
Anda memerlukan berbagai macam kebutuhan untuk hidup.
Untuk mempertahankan kehidupan anda, diperlukan kebutuhan-kebutuhan hidup
primer. Kebutuhan primer adalah kebutuhan hidup yang tidak boleh tidak, harus
ada dan tersedia.
- Kebutuhan Hidup yang
Bersifat Psikis
Anda barangkali pernah mengalami, atau paling tidak
pernah menyaksikan orang yang murung ketika menghadapi malapetaka yang
mengancam jiwanya, atau paling tidak orang yang gagal dalam suatu usaha,
seperti tidak lulus dalam suatu ujian sekolah, atau sebaliknya.. Hal ini tidak
ubahnya seperti orang yang kekurangan nutrisi sebagai kebutuhan primernya,
yaitu mengalami sakit.
- Rasa Aman
Seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk
orang yang memiliki perbedaan sosial, sama-sama memerlukan rasa aman dari
berbagai ancaman yang bersifat menekan.
- Penghargaan
Seseorang dengan ragam perbedaan sosial maupun jenis
kelamin sama-sama memerlukan penghargaan dari pihak lain, terutama terhadap
prestasi-prestasi yang pernah dicapai.
- Aktualisasi Diri
Semua orang berharap agar kemauan, keinginan dan
cita-citanya dapat dicapai. Hal demikian adalah wajar pada setiap orang apabila
keinginannya dapat dicapai secara baik akan menimbulkan rasa kepuasan dan
percaya diri.
- Kebutuhan Terhadap
Agama
Secara
naluriah, manusia diciptakan untuk mengakui Dzat yang dianggap mengatasi
dirinya. Manusia hidup dan dilimpahi dengan berbagai kesuksesan. Tetapi di
pihak lain ada lagi yang mengalami bnayk kendala dan hambatan dalam hidupnya.
B. Pengembangan
Kepribadian Manusia
Manusia dengan ragam perbedan sosial maupun jenis kelamin
tidak semata-mata hidup, tetapi juga berpenghidupan. Untuk menjaga dan
meninkatkan kualitas hidup dan penghidupannya manusia selalu berusaha dan
berupaya untuk mencari jalan agar selalu berkembang.
PAKET
3
HAKIKAT
PENDIDIKAN
A. Pengertia Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
- Pengertian Pendidikan
Secara bahasa pendidikan berasal dari bahasa Yunani,
paedagogy, yang mengandung makna seorang anak yang pergi dan pulang sekolah
diantar oleh seorang palayan. Dalam bahasa Romawi pendidikan diistilahkan
sebagai educate yang berati mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam.
- Pendidikan dalam Arti
Luas
Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang
berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang.
- Lingkungan Pendidikan
Pendidikan berlangsung
dalam segala lingkungan baik yang khusus diciptakan untuk kepentingan
pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya.
- Masa Pendidikan
Pendidikan berlangsung seumur hidup di setiap saat selama
ada pengaruh lingkungan.
- Bentuk Kegiatan
Kegiatan pendidikan terentang dari bentuk-bentuk yang
misterius atau tak disengaja sampai yang terprogram. Pendidikan berbentuk
segala macam pengalaman belajar dalam hidup. Pendidikan berlangsung dalam
berbagai bentuk, pola dan lembaga.
- Masa Pendidikan
Pendidikan berlangsung seumur hidup di setiap saat selama
ada pengaruh lingkungan.
- Tujuan
Tujuan pendidikan terkandung dalam setiap pengalaman
belajar, tidak ditentukan dari luar. Tujuan pendidikan adalah pertumbuhan.
Tujuan pendidikan tidak terbatas, tujuan pendidiakn adalah sama dengan tujuan
hidup.
- Pendidikan dalam Arti
Sempit
Pendidikan adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran
yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan
adalah segala pengaruh yang di upayakan oleh sekolah terhadap anak yang
bersekolah agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap
hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
- Pengertian Alternatif
dan Luas Terbatas
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan masyarakat
dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan, yang berlangsung
di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta
didik untuk dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkung hidup secara tepat
pada masa yang akan datang.
PAKET
4
FUNGSI
DAN TUJUAN PENDIDIKAN
A. Komponen Pendidikan
Kegiatan pendidikan adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah
sistem pendidikan memuat beberapa komponen-komponen tertentu yang saling
memengaruhi dan menentukan. Untuk memudahkan pemahaman tentang sistem, ambilah
contoh sebuah sepeda. Sepeda adalah sebuah sistem. Pada sepeda terdapat
beberapa komponen yaitu rantai, ban, rem, sadel, setang dll. Komponen tersebut
membentuk berfungsinya sebuah sistem.
- Tujuan Pendidikan
Tujuan merupakan komponen penting dan sangat menentukan
bahkan merupakan esensi dari pendidikan. Tujuan pendidikan memiliki berbagai
tingkatan, mulai dari tujuan umum, khusus, tidak lengkap, sementara,
intermediat, dan tujuan insidental.
- Peserta Didik
Peserta didik adalah anggota masyarakat laki-laki dan
perempuan yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran
yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
- Pendidik
Pendidik adalah orang laki-laki dan perempuan yang dengan
sengaja memengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi.
- Alat Pendidikan
Alat pendidikan adalah hal yang tidak saja membuat
kondisi-kondisi yang memungkin kan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi
juga sebagai langkah atau situasi yang membantu pencapaian tujuan pendidikan.
- Lingkungan
Lingkungan pendidikan adalah lingkung yang melingkupi
terjadinya proses pendidikan. Lingkunag pendidikan meliputi lingkunagn
keluarga, sekolah dan masyarakat.
B. Fungsi dan Tujuan
Pendidikan
- Fungsi Pendidikan
Fungsi utama pendidikan mengembangkan kemampuan dan memebentuk
watak, kepribadian serta peradaban yang bermatabat dalam hidup dan kehidupan
atau dengan kata lain pendidikan berfungsi memanusiakan manusia agar menajdi
manusia yang benar sesuai dengan norma yang dijadikan landasannya.
- Tujuan Pendidikan
Tujuan merupakan faktor yang sangat penting dalam setiap
kegiatan, termasuk kegiatan pendidikan. Cita-cita atau tujuan yang ingin
dicapai harus dinyatakan sevara jelas sehingga semua terlaksana dan sasaran
pendidikan dapat memahami.
PAKET
5
LANDASAN-LANDASAN
PENDIDIKAN
A. Landasan Agama
Landasan agama merupakan landasan yang paling mendasar
dari landasan-landasan pendidikan, sebab landasan agama merupakan landasan yang
diciptakan oleh Allah SWT, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa
B. Landasan Filosofi
Filsafat telah ada sejak manusia ada (Pidarta, 2001).
Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat sudah memiliki
gambaran dan cita-cita yang mereka kejar dalam hidupnya, baik secara individu
maupun secara kelompok.
C. Landasan Hukum
Landasan hukum berarti melandasi atau mendasari atau
titik tolak. Landasan hukum seorang guru boleh mengajar misalnya adalah adanya
surat keputusan tentang pengangkatanya sebagai guru. Hal yang melandasi guru
menjadi menjadi guru adalah surat keputusan itu beserta hak-haknya.
D. Landasaan Psikologis
Landasan psikologis pendidikan harus mempertimbangkan
aspek psikologis peserta didik, peserta didik harus dipandang sebagai sunjek
pendidikan yang akan berkembang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan
perkembangan mereka.
E. Landasan Sejarah
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam
kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah
mencakup segala kejadian dalam alam ini, termasuk hal-hal yang dikembangkan
oleh budi daya manusia.
F. Landasan Sosial Budaya
Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling
dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sosial mengacu kepada hubungan antar
individu, masyarakat dan individu dengan masyarakat. Sama halnya dengan sosial,
aspek budaya ini pun sangat berperan dalam proses pendidikan.
G. Landasan Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara
manusia dengan kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Salah satu bagian
sosiologi yang dapat dipandang sebagai sosiologi khusus adalah sosiologi
pendidikan. Sosiologi pendidikan ini membahas sosiologi yang terdapat pada
pendidikan.
H. Landasan Ilmiah dan
Teknologi
Pendidikan
serta ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yg sangat erat. Iptek
menjadi bagian utama dalam isi pembelajaran, karena kebutuhan pendidikan sangat
mendesak maka banyak teknologi dari berbagai bidang ilmu segera diadopsi ke
dalam pendidikan.
PAKET
6
ASAS-ASAS
PENDIDIKAN
A. Asas Tut Wuri Handayani
Asas
atau semboyan tur aur Handayani di sampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara. Asas tur
adi Handayani merupakan konseptualisasi konsep tujuh asas Perguruan Nasional
Taman Siswa yang lahirPada tanggal 3 Juli1922 yang merupakan asas perjuangan
yntuk melawan kolonial Belanda. Asas tut wuri Handayani berbunyi :
-
Ing ngarsa asung tulada,
-
Ing madya mangu karsa,
-
Tut wuri Handayani.
B. Asas Belajar Sepanjang
Hayat
Dalam asa pendidikan seuur hidup, proses belajar mengajar
di sekolah mengemban dua misi yakni, memberikan pembelajaran kepada peserta
didik dengan efisien dan efektif dan meningkatkan kemampuan belajar mandiri
sebagai basisi dari belajar sepanjang hayat.
C. Asas Kemandirian dalam
Belajar
Perwujudan Asas Kemandirian dalam belajar akan
menempatkan guru, dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator di
samping peran-peran lain seperti informator, organisator dan sebagainya.
Sebagai fasilitator, guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber
belajar, sehingga memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan
sumber-sumber tersebut.
PAKET
7
ALIRAN-ALIRAN
PENDIDIKAN
A. Aliran Empiris
Aliran Empirisme mengatakan bahwa pembawaan itu tidak
ada, yang dimiliki anak adalah akibat pendidikan baik sifat yang baik maupun
sifat yang jelek. Jadi, perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama
sekali ditentukan oleh lingkungan atau dengan pendidikan dan pengalaman yang
diterimanya sejak kecil.
B. Aliran Nativisme
Tokoh aliran nativisme adalah Schopenhauer seorang Filsuf
Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa
perkembangan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
Nativisme berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari lahir ia akan menjadi
jahat, dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik dari lahir ia akan menajdi
baik.
C.Aliran Natularisme
Natularisme
mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan baik,
namun pembawaan tersebut akan rusak karena pengaruh lingkungan, sehingga
naturalisme sering disebut negativisme.
D. Aliran Konvergensi
Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini
telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutmya
akan dipengaruhinoleh lingkungan. Jadi, faktor pembawaan dan lingkungan
sama-sama penting.
E. Aliran Progesivisme
Aliran ini memandang bahwa peserta didik mempunyai akal
dan kecerdasan. Hal itu di tunjukan dengan fakta bahwa manusia mempunyai
kelebihan dibanding dengan makhluk lain. Manusia mempunyai sifat dinamis dan
kreatif yang didukung oleh kecerdasannya sebagai bekal meghadapi dan memecahkan
masalah.
F. Aliran Konstruktivisme
Aliran ini dikembangkan oleh Jean Piaget. Melalui teori
perkembangan kognitif, Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan bahwa pengetahuan
merupakan interaksi kontinyuantara individu satu dengan lingkunganya.
Pengetahuan merupakan suatu proses, bukan suatu barang.
PAKET
8
TEORI
DAN PILAR PENDIDIKAN
A. Teori-Teori Pendidikan
- Teori Pendidikan Klasik
Teori pendidika klasik berlandaskan pada filsafat klasik,
seperti perenialisme, essensilisme, dan eksistensialisme, yang memandang bahwa
pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan
warisan budaya.
- Teori Pendidikan
Personal
Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak
dilahirkan anak telah memiliki potensi-potensi tertntu. Pendidikan harus dapat
mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik dengan bertolak dari kebutuhan dan minat
peserta didik.
- Teknologi Pendidikan
Teknologi pendidikan, yaitu suatu konsep pendidikan yang
mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam
menyampaikan informasi. Namu Siantar
keduanya ada yang berbeda. Dalam teknologi pendidikan, yang lebih diutamakan
adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis,
bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.
- Teori Pendidikan
Internasional
Pendidikan internasional yaitu suatu konsep pendidikan
yang bertitik tolakdari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang
senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lain.
B. Pilar-Pilar Pendidikan
- Learning to know
Learning do know bukan sebatas proses belajar dimana
peserta didik mengetahui dan memiliki materi informasi sebanyak-banyaknya,
menyimpan dan mengingat, namun juga kemampuan untuk dapat memahami makna
dibalik materi ajar yang telah diterimanya.
- Learning to do
Learning to do merupakan konsekuensi dari learning do
knot. Kelemahan model pendidikan dan pengajaran yang selama ini berjalan adalah
mengajarkan “omong” dan kurang menuntun orang untuk “berbuat”.
- Learning to be
Learning do be akan menuntun peserta didik menjadi
ilmuwan sehingga mampu menggali dan menentukan nilai kehidupannya sendiri dalam
hidup bermasyarkat sebagai hasil belajarnya.
- Learning to live
together
Learning to live together ini mengajarkan seseorang untuk
hidup bermasyarakat dan menjadi manusia berpendidikan dan bermanfaat baik bagi
diri sendiri dan bermasyarakat maupun bagi seluruh umat manusia.
- Learning how do learn
Learning how do Learn akan membawa peserta didik pada
kemampuan untuk dapat mengembangkan strategi dan kiat belajar yang lebih
independen, kreatif, efektif, inovatif, dan efisien.
PAKET
9
LINGKUNGAN
PENDIDIKAN
A. Pengertian Lingkungan Pendidikan
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar manusia, baik berupa benda mati, makhluk hidup, ataupun
peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang
dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.
B. Fungsi Lingkungan
Pendidikan
Fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta
didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan
fisik, sosial, dan budaya, terutama berbagai sumber daya pendidikan yang
tersedia, agar dapat mencapi tujuan pendidikan secara optimal.
C. Ragam Bentuk
Lingkungan Pendidikan
- Keluarga
Keluarga dalam pandangan antropologi adalah
kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat tinggal yang ditandai oleh kerja
sama yang sangat erat. Orang tua-ayah dan Ibu-mempunyai kewajiban dan tanggung
jawab untuk mendidik anaknya.
Secara Sosiologis keluarga adalah bentuk masyarakat kecil
yang terdiri dari beberapa individu yang terikat suatu keturunan, yakni
kesatuan antara ayah, ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil dari
bentuk-bentuk kesatuan masyarakat.
- Lingkungan Sekolah
Pendidikan di sekolah, biasanya disebut sebagai pendidikan
formal karena ia adalah pendidikan yang mempunyai dasar, tujuan, isi, metode,
alat-alatnya disusun secara eksplisit, sistematis dan distandarisasikan.
Sekolah hendaknya memberikan pendidikan keagamaan, akhlak, sesuai dengan
ajaran-ajaran agama.
- Lingkungan Masyarakat
Masyarakat turut serta memikul tanggung jawab pendidikan.
Secara sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan
kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan dan agama.
PAKET
10
KETERKAITAN
ANTAR LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A. Hubungan Antara Keluarga dengan Sekolah
Hubungan antara keluarga dan sekolah terjadi pada kerja
sama orang tua dengan pihak guru. Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memantau
kemajuan anak dalam proses pendidikan, baik kemajuan dalam ranah intelektual
maupun psikologis.
- Kunjungan Pihak Sekolah
(Guru) ke Rumah Peserta Didik
Cara ini berdampak positif bagi anak karena merasa sela
dierhatikan, dan juga bagi orang tua karena termotivasi untuk selalu mengadakan
kerja sama dengan sekolah. Bagi guru dan pihak sekolah manfaat yang bisa
diamnil adalah adnya kesempatan untuk melakukan observasi secara langsung Aan
melakukan wawancara.
- Kunjungan Orang Tua ke
Sekolah
Kalau ada acara yang diselenggarakan oleh sekolah yang
memungkinkan untuk dihadiri orang tua maka akan berdampak positif jika orang
tua diundang untuk menghadiri acara tersebut.
B. Hubungan Antara
Sekolah dan Masyarakat
- Mencerdaskan Kehidupan
Masyarakat
- Memberikan Pengaruh
Perubahan bagi Perkembangan Masyarakat
- Melahirkan Masyarakat
yang Siap dan Terbekali bagi kepentingan Kerja di Lingkungan Masyarakat
C. Hubungan Antara
Keluarga dan Masyarakat
Hubungan Antara Keluarga dan Masyarakat dapat dilihat
dari dua sisi. Pertama, keluarga adalah peletak dasar-dasar pendidikan sosial
bagi anak yang didalamnya terdapat pendidikan akan pandangan hidup dan norma
sosial. Kedua, masyarakat adalah wadah pengembangan kemampuan sosial anak yang
didalamnya terdapat kebudayaan, mobilitas sosial dan peran-peran sosial yang
bisa dipelajari dan diambil oleh anak.
PAKET
11
SISTEM
PENDIDIKAN NASIONAL
A. Sistem Pendidikan Nasional
- Pengertian Pendidikan Nasional
Dalam UU Sisidiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2
dirumuskan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia
dan dianggap terhadap tuntukan perubahan jaman.
- Pengertian Sistem
Pendidikan Nasional
Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan yang
terpadu dari semua satuan dan kegiatan yang berkaitan satu dengan lainya untuk
mengusahakan tercapainya pendidikan nasional.
B. Permasalahan Sistem
Pendidikan Nasional
- Masalah Penerapan
Sisdiknas
Kelemahan sisdiknas sesungguhnya adalah pada konsekuensi
logis dan politis pada penerapannya. Dengan sistem yang demikian, maka
sisdiknas mensyaratkan bagi sistem yang bersifat sentral dan sistem yang
dilandasi oleh tindakan penyeragaman.
PAKET
12
KALEMBAGAAN
DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN NASIONAL
A. Jenis dan Bentuk Kelembagaan Pendidikan Nasional
- Jalur Pendidikan
Penyelenggaraan sisdiknas dilaksanakan melalui pendidikan
formal, nonformal, dan informal. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan
yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang
dan berkesinambungan(pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan
tinggi).
- Jenjang Pendidikan
Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan
berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik
serta ke luasan dan kedalaman dalam pengajaran. Ada tiga jenjang pendidikan
dalam sisdiknas, yaitu :
a. jenjang pendidikan
dasar
b. jenjang pendidikan
menengah
c. jenjang pendidikan
tinggi.
- Jenis dan Bentuk
Pendidikan Nasional
Program pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah
terdiri atas :
a. pendidikan umum
b. pendidikan kejuruan
c. pendidikan
lainya(pendidikan luar biasa, kedinasan dan keagamaan)
B. Pengelolaan
Kelembagaan Pendidikan Nasional
- Manajemen Kelembagaan
(Institusi) Pendidikan tidak Sistemik, tidak total, dan Tidak mendasar
Upaya merubah pengelolaan sistem kelembagaan pendidikan
nasional, salah satunya adalah harus melaksanakan inovasi manajemen kelembagaan
pendidikan secara sistemik, menyeluruh dan mendasar , dengan sasaran utamanya
adalah perubahan orientasi , pandangan, cara berfikir, dan pola perilaku nyata
sebagai manifestasi adanya perubahan orientasi dan pandangan serta cara
berfikir tersebut.
- Minimnya Akses Informasi
Kerja sama dengan lembaga di negara lain maupun dengan
lembaga-lembaga, badan badan, atau organisasi internasional yang termasuk
govermental dan nun-govermental agiences perlu ditingkatkan.
C. Permasalahan
Pengelolaan Madrasah sebagai Subsistem Pendidikan Nasional
- Eksistensi Sistem
Kelembagaan Madrasah di Indonesia
Eksistensi Madrasah sudah diakui oleh sejarah. Sejak
sebelum bangsa penjajah datang ke bumi Nusantara ini, lembaga pendidikan islam
sudah dikenal oleh penduduk kepulauan Nusantara.
- Permasalahan
Pengelolaan Madrasah dan Solusi
Furchan (2004:17) mencatat dua tantangan yang dihadapi
oleh Madrasah. Tantangan yang pertama adalah globalisasi. Globalisasi adalah
suatu proses makin kaburnya dan transparannya batas-batas antar negara akibat
kemajuan teknologi komunikasi.
Tantangan
yang kedua adalah pergeseran masyarakat Indonesia dari masyarakat agraris
menuju masyarakat industri.
PAKET
13
PERMASALAHAN
PENDIDIKAN
A. Masalah Pemerataan Pendidikan
- Pengertian Masalah Pemerataan Pendidikan
Pemerataan pendidikan adalah persoalan yang terkait
dengan sistem pelaksanaan sistem pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan
yang seluas-luasnya kepada warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga
pendidikan menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia dalam menunjang
pembangunan suatu bangsa.
- Tujuan Pemerataan
Pendidikan
Tujuan pemerataan pendidikan adalah menyiapkan masyarakat
untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan bangsa, oleh
karena itu setelah upaya pelaksanaan pemerataan pendidikan terpenuhi maka yang
harus dilakukan selanjutnya peningkatan mutu pendidikan.
B. Masalah Mutu
Pendidikan
- Pengertian Mutu
Pendidikan
Masalah mutu pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang
paling mendasar dalam sebuah negara, karena keberhasilan pembangunan suatu
bangsa dan negara ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
- Tujuan Mutu Pendidikan
Tujuan mutu pendidikan adalah untuk memberikan jaminan
kualitas pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu,
mutlak dilakukan atau diterapkan oleh lembaga pendidikan.
C. Masalah Efisiensi
Pendidikan
- Pengertian Efisiensi
Pendidikan
Pendidikan disebut efisiensi apabila hasil yang dicapai
maksimal, dengan biaya yang wajar, karena biaya merupakan ukuran efisien dalam
proses pendidikan terutama apabila dalam proses pendidikan dapat menghasilkan
output pendidikan dengan biaya yang efisien.
- Tujuan Efisiensi
Tujuan efisiensi pendidikan dalam konteks penyelenggaraan
pendidikan di Indonesia erat kaitanya dengan profesional dalam manajemen
nasional pendidikan yang diterapkan, antara lain (1). Disiplin keahlian, (2).
Etos kerja, (3). Coast effectiveness.
- Tujuan Relevansi
Pendidikan
Upaya peningkatan relevansi dalam sistem pendidikan
bertujuan agar hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dalam
arti dapat memberi dampak bagi pemenuhan kebutuhan peserta didik, baik
kebutuhan kerja, kehidupan di masyarakat dan melanjutkan ke jenjang yang lebih
tinggi.
PAKET
14
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN
Menurut Sagala
(2006) permasalahan pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yang saling
terkait dengan implementasinya. Pertama, masalah makro pendidikan yang terdiri
dari : standarisasi pendidikan, persamaan, pemerataan, dan berkeadilan, standar
mutu, dan kemampuan bersaing. Kedua, permasalahan mikro pendidikan yang terdiri
atas : kualitas manajemen, pemberdayaan satuan pendidikan, profesionalisme dan
ketenagakerjaan, dan relevansi kebutuhan.
Faktor-faktor
yang memengaruhi permasalahan pendidikan di Indonesia terdiri atas dua, yaitu
masalah makro dan mikro. Oleh karena itu, perlu ada solusi-solusi yang konkret
dalam mengatasi persoalan tersebut terutama dalam pelaksanaanya dalam konteks
otonomi pendidikan dengan mengubah paradigma dalam pengelolaana.