Minggu, 04 Desember 2016

HAKIKAT MANUSIA
A. Penciptaan Manusia
Salah satu spesies makhluk hidup di bumi adalah manusia. Keberadaannya pertama kali di bumi ini tidak diketahui secara pasti. Sejarah panjangnya merupakan rangkaian peristiwa yang tidak terputus-putus.
            Teori evolusi mengatakan bahwa alam ini, termasuk manusia yang berada di dalamnya berkembang secara evolusionis dari makhluk yang sangat sederhana yang berkembang sedemikian rupa menjadi makhluk yang lebih kompleks.
            Pandangan yang lain, seperti pandangan ahli agama, mengatakan bahwa manusia pertama tidak diciptakan di tempat ini (dibumi), dan bukan merupakan bagian panjang dari sejarah alam seperti diperkirakan salam pandangan evolusionisme. Manusia pertama yang kemudian disebut dengan Adam itu diciptakan di dalam surga.
            Kehidupan Adam dan keturunannya ini mempunyai peran besar dalam kehidupan di bumi ini, segan mengelola, memanfaatkan dan melestarikan nya. Peran itu diwujudkan pula untuk pengembangan diri dan lingkungannya supaya mempunyai dukungan positif terhadap kehidupannya.
B. Dimensi Kepribadian Manusia
- Aspek Fisik Manusia
            Pandangan satu pihak tentang manusia lebih menekankan pada realitas dan fungsi-fungsi jasmani. Anggapan demikian menujukan bahwa keberadaan dan kehidupan manusia sangat ditentukan oleh fisiknya.
- Psikis Manusia
            Pandangan lain lebih menekankan pada realitas dan fungsi rohani. Aktivitas dan perbuatan manusia secara lahir sangat ditentukan oleh aspek rohaninya, karena aspek jasmani hanya merupakan bayangan atau pengejawantahan dari realitas ruhani.
- Daya Praktis
            Daya praktis yaitu jiwa yang berhubungan dengan badan.
- Daya Teoritis
Daya teoritis adalah kemampuan akal untuk berpikir sendiri dan tidak untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan atau perbuatan yang bersifat fisik. Daya teoritis mempunyai beberapa tingkatan, yaitu: Material Intelect, Intelectus in Habitu,Acquired Intelect.
PAKET 2
KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN DIMENSI KEPRIBADIAN MANUSIA
A. Kebutuhan Manusia
            Ketika anda menyadari diri anda secara total, maka anda mengetahui bahwa diri anda terdiri dari aspek jasmani dan rohani. Kesadaran diri anda dapat dirasakan dan gejalanya dapat dimanifestarikan dalam bentuk sikap dari perbuatan fisik walaupun keadaan itu bersifat psikis.
- Kebutuhan Hidup yang Bersifat Fisik
            Anda memerlukan berbagai macam kebutuhan untuk hidup. Untuk mempertahankan kehidupan anda, diperlukan kebutuhan-kebutuhan hidup primer. Kebutuhan primer adalah kebutuhan hidup yang tidak boleh tidak, harus ada dan tersedia.
- Kebutuhan Hidup yang Bersifat Psikis
            Anda barangkali pernah mengalami, atau paling tidak pernah menyaksikan orang yang murung ketika menghadapi malapetaka yang mengancam jiwanya, atau paling tidak orang yang gagal dalam suatu usaha, seperti tidak lulus dalam suatu ujian sekolah, atau sebaliknya.. Hal ini tidak ubahnya seperti orang yang kekurangan nutrisi sebagai kebutuhan primernya, yaitu mengalami sakit.
- Rasa Aman
            Seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk orang yang memiliki perbedaan sosial, sama-sama memerlukan rasa aman dari berbagai ancaman yang bersifat menekan.
- Penghargaan
            Seseorang dengan ragam perbedaan sosial maupun jenis kelamin sama-sama memerlukan penghargaan dari pihak lain, terutama terhadap prestasi-prestasi yang pernah dicapai.
- Aktualisasi Diri
            Semua orang berharap agar kemauan, keinginan dan cita-citanya dapat dicapai. Hal demikian adalah wajar pada setiap orang apabila keinginannya dapat dicapai secara baik akan menimbulkan rasa kepuasan dan percaya diri.
- Kebutuhan Terhadap Agama
Secara naluriah, manusia diciptakan untuk mengakui Dzat yang dianggap mengatasi dirinya. Manusia hidup dan dilimpahi dengan berbagai kesuksesan. Tetapi di pihak lain ada lagi yang mengalami bnayk kendala dan hambatan dalam hidupnya.
B. Pengembangan Kepribadian Manusia
            Manusia dengan ragam perbedan sosial maupun jenis kelamin tidak semata-mata hidup, tetapi juga berpenghidupan. Untuk menjaga dan meninkatkan kualitas hidup dan penghidupannya manusia selalu berusaha dan berupaya untuk mencari jalan agar selalu berkembang.
PAKET 3
HAKIKAT PENDIDIKAN
A. Pengertia Pendidikan dan Ilmu Pendidikan
- Pengertian Pendidikan
            Secara bahasa pendidikan berasal dari bahasa Yunani, paedagogy, yang mengandung makna seorang anak yang pergi dan pulang sekolah diantar oleh seorang palayan. Dalam bahasa Romawi pendidikan diistilahkan sebagai educate yang berati mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam.
- Pendidikan dalam Arti Luas
            Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang.
- Lingkungan Pendidikan
Pendidikan berlangsung dalam segala lingkungan baik yang khusus diciptakan untuk kepentingan pendidikan maupun yang ada dengan sendirinya.
- Masa Pendidikan
            Pendidikan berlangsung seumur hidup di setiap saat selama ada pengaruh lingkungan.
- Bentuk Kegiatan
            Kegiatan pendidikan terentang dari bentuk-bentuk yang misterius atau tak disengaja sampai yang terprogram. Pendidikan berbentuk segala macam pengalaman belajar dalam hidup. Pendidikan berlangsung dalam berbagai bentuk, pola dan lembaga.
- Masa Pendidikan
            Pendidikan berlangsung seumur hidup di setiap saat selama ada pengaruh lingkungan.
- Tujuan
            Tujuan pendidikan terkandung dalam setiap pengalaman belajar, tidak ditentukan dari luar. Tujuan pendidikan adalah pertumbuhan. Tujuan pendidikan tidak terbatas, tujuan pendidiakn adalah sama dengan tujuan hidup.
- Pendidikan dalam Arti Sempit
            Pendidikan adalah sekolah. Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang di upayakan oleh sekolah terhadap anak yang bersekolah agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka.
- Pengertian Alternatif dan Luas Terbatas
            Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkung hidup secara tepat pada masa yang akan datang.
PAKET 4
FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN
A. Komponen Pendidikan
            Kegiatan pendidikan adalah sebuah sistem. Sebagai sebuah sistem pendidikan memuat beberapa komponen-komponen tertentu yang saling memengaruhi dan menentukan. Untuk memudahkan pemahaman tentang sistem, ambilah contoh sebuah sepeda. Sepeda adalah sebuah sistem. Pada sepeda terdapat beberapa komponen yaitu rantai, ban, rem, sadel, setang dll. Komponen tersebut membentuk berfungsinya sebuah sistem.
- Tujuan Pendidikan
            Tujuan merupakan komponen penting dan sangat menentukan bahkan merupakan esensi dari pendidikan. Tujuan pendidikan memiliki berbagai tingkatan, mulai dari tujuan umum, khusus, tidak lengkap, sementara, intermediat, dan tujuan insidental.
- Peserta Didik
            Peserta didik adalah anggota masyarakat laki-laki dan perempuan yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
- Pendidik
            Pendidik adalah orang laki-laki dan perempuan yang dengan sengaja memengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang  lebih tinggi.
- Alat Pendidikan
            Alat pendidikan adalah hal yang tidak saja membuat kondisi-kondisi yang memungkin kan terlaksananya pekerjaan mendidik, tetapi juga sebagai langkah atau situasi yang membantu pencapaian tujuan pendidikan.
- Lingkungan
            Lingkungan pendidikan adalah lingkung yang melingkupi terjadinya proses pendidikan. Lingkunag pendidikan meliputi lingkunagn keluarga, sekolah dan masyarakat.
B. Fungsi dan Tujuan Pendidikan
- Fungsi Pendidikan
            Fungsi utama pendidikan mengembangkan kemampuan dan memebentuk watak, kepribadian serta peradaban yang bermatabat dalam hidup dan kehidupan atau dengan kata lain pendidikan berfungsi memanusiakan manusia agar menajdi manusia yang benar sesuai dengan norma yang dijadikan landasannya.
- Tujuan Pendidikan
            Tujuan merupakan faktor yang sangat penting dalam setiap kegiatan, termasuk kegiatan pendidikan. Cita-cita atau tujuan yang ingin dicapai harus dinyatakan sevara jelas sehingga semua terlaksana dan sasaran pendidikan dapat memahami.
PAKET 5
LANDASAN-LANDASAN PENDIDIKAN
A. Landasan Agama
            Landasan agama merupakan landasan yang paling mendasar dari landasan-landasan pendidikan, sebab landasan agama merupakan landasan yang diciptakan oleh Allah SWT, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa
B. Landasan Filosofi
            Filsafat telah ada sejak manusia ada (Pidarta, 2001). Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat sudah memiliki gambaran dan cita-cita yang mereka kejar dalam hidupnya, baik secara individu maupun secara kelompok.
C. Landasan Hukum
            Landasan hukum berarti melandasi atau mendasari atau titik tolak. Landasan hukum seorang guru boleh mengajar misalnya adalah adanya surat keputusan tentang pengangkatanya sebagai guru. Hal yang melandasi guru menjadi menjadi guru adalah surat keputusan itu beserta hak-haknya.
D. Landasaan Psikologis
            Landasan psikologis pendidikan harus mempertimbangkan aspek psikologis peserta didik, peserta didik harus dipandang sebagai sunjek pendidikan yang akan berkembang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
E. Landasan Sejarah
            Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah mencakup segala kejadian dalam alam ini, termasuk hal-hal yang dikembangkan oleh budi daya manusia.
F. Landasan Sosial Budaya
            Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sosial mengacu kepada hubungan antar individu, masyarakat dan individu dengan masyarakat. Sama halnya dengan sosial, aspek budaya ini pun sangat berperan dalam proses pendidikan.
G. Landasan Sosiologi
            Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Salah satu bagian sosiologi yang dapat dipandang sebagai sosiologi khusus adalah sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan ini membahas sosiologi yang terdapat pada pendidikan.
H. Landasan Ilmiah dan Teknologi
Pendidikan serta ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki kaitan yg sangat erat. Iptek menjadi bagian utama dalam isi pembelajaran, karena kebutuhan pendidikan sangat mendesak maka banyak teknologi dari berbagai bidang ilmu segera diadopsi ke dalam pendidikan.
PAKET 6
ASAS-ASAS PENDIDIKAN
A. Asas Tut Wuri Handayani
Asas atau semboyan tur aur Handayani di sampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara. Asas tur adi Handayani merupakan konseptualisasi konsep tujuh asas Perguruan Nasional Taman Siswa yang lahirPada tanggal 3 Juli1922 yang merupakan asas perjuangan yntuk melawan kolonial Belanda. Asas tut wuri Handayani berbunyi :
- Ing ngarsa asung tulada,
- Ing madya mangu karsa,
- Tut wuri Handayani.
B. Asas Belajar Sepanjang Hayat
            Dalam asa pendidikan seuur hidup, proses belajar mengajar di sekolah mengemban dua misi yakni, memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan efisien dan efektif dan meningkatkan kemampuan belajar mandiri sebagai basisi dari belajar sepanjang hayat.
C. Asas Kemandirian dalam Belajar
            Perwujudan Asas Kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru, dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator di samping peran-peran lain seperti informator, organisator dan sebagainya. Sebagai fasilitator, guru diharapkan menyediakan dan mengatur berbagai sumber belajar, sehingga memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut.
PAKET 7
ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN
A. Aliran Empiris
            Aliran Empirisme mengatakan bahwa pembawaan itu tidak ada, yang dimiliki anak adalah akibat pendidikan baik sifat yang baik maupun sifat yang jelek. Jadi, perkembangan anak menjadi manusia dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungan atau dengan pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil.
B. Aliran Nativisme
            Tokoh aliran nativisme adalah Schopenhauer seorang Filsuf Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Nativisme berpendapat jika anak memiliki bakat jahat dari lahir ia akan menjadi jahat, dan sebaliknya jika anak memiliki bakat baik dari lahir ia akan menajdi baik.
C.Aliran Natularisme
Natularisme mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan baik, namun pembawaan tersebut akan rusak karena pengaruh lingkungan, sehingga naturalisme sering disebut negativisme.
D. Aliran Konvergensi
            Aliran ini berpendapat bahwa anak lahir di dunia ini telah memiliki bakat baik dan buruk, sedangkan perkembangan anak selanjutmya akan dipengaruhinoleh lingkungan. Jadi, faktor pembawaan dan lingkungan sama-sama penting.
E. Aliran Progesivisme
            Aliran ini memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. Hal itu di tunjukan dengan fakta bahwa manusia mempunyai kelebihan dibanding dengan makhluk lain. Manusia mempunyai sifat dinamis dan kreatif yang didukung oleh kecerdasannya sebagai bekal meghadapi dan memecahkan masalah.
F. Aliran Konstruktivisme
            Aliran ini dikembangkan oleh Jean Piaget. Melalui teori perkembangan kognitif, Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan bahwa pengetahuan merupakan interaksi kontinyuantara individu satu dengan lingkunganya. Pengetahuan merupakan suatu proses, bukan suatu barang.
PAKET 8
TEORI DAN PILAR PENDIDIKAN
A. Teori-Teori Pendidikan
- Teori Pendidikan Klasik
            Teori pendidika klasik berlandaskan pada filsafat klasik, seperti perenialisme, essensilisme, dan eksistensialisme, yang memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya.
- Teori Pendidikan Personal
            Teori pendidikan ini bertolak dari asumsi bahwa sejak dilahirkan anak telah memiliki potensi-potensi tertntu. Pendidikan harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik  dengan bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik.
- Teknologi Pendidikan
            Teknologi pendidikan, yaitu suatu konsep pendidikan yang mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Namu  Siantar keduanya ada yang berbeda. Dalam teknologi pendidikan, yang lebih diutamakan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi atau kemampuan-kemampuan praktis, bukan pengawetan dan pemeliharaan budaya lama.
- Teori Pendidikan Internasional
            Pendidikan internasional yaitu suatu konsep pendidikan yang bertitik tolakdari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lain.
B. Pilar-Pilar Pendidikan
- Learning to know
            Learning do know bukan sebatas proses belajar dimana peserta didik mengetahui dan memiliki materi informasi sebanyak-banyaknya, menyimpan dan mengingat, namun juga kemampuan untuk dapat memahami makna dibalik materi ajar yang telah diterimanya.
- Learning to do
            Learning to do merupakan konsekuensi dari learning do knot. Kelemahan model pendidikan dan pengajaran yang selama ini berjalan adalah mengajarkan “omong” dan kurang menuntun orang untuk “berbuat”.
- Learning to be
            Learning do be akan menuntun peserta didik menjadi ilmuwan sehingga mampu menggali dan menentukan nilai kehidupannya sendiri dalam hidup bermasyarkat sebagai hasil belajarnya.
- Learning to live together
            Learning to live together ini mengajarkan seseorang untuk hidup bermasyarakat dan menjadi manusia berpendidikan dan bermanfaat baik bagi diri sendiri dan bermasyarakat maupun bagi seluruh umat manusia.
- Learning how do learn
            Learning how do Learn akan membawa peserta didik pada kemampuan untuk dapat mengembangkan strategi dan kiat belajar yang lebih independen, kreatif, efektif, inovatif, dan efisien.
PAKET 9
LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A. Pengertian Lingkungan Pendidikan
            Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia, baik berupa benda mati, makhluk hidup, ataupun peristiwa-peristiwa yang terjadi termasuk kondisi masyarakat terutama yang dapat memberikan pengaruh kuat kepada individu.
B. Fungsi Lingkungan Pendidikan
            Fungsi lingkungan pendidikan adalah membantu peserta didik dalam berinteraksi dengan berbagai lingkungan sekitarnya baik lingkungan fisik, sosial, dan budaya, terutama berbagai sumber daya pendidikan yang tersedia, agar dapat mencapi tujuan pendidikan secara optimal.
C. Ragam Bentuk Lingkungan Pendidikan
- Keluarga
            Keluarga dalam pandangan antropologi adalah kesatuan-kesatuan kecil yang memiliki tempat tinggal yang ditandai oleh kerja sama yang sangat erat. Orang tua-ayah dan Ibu-mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mendidik anaknya.
            Secara Sosiologis keluarga adalah bentuk masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terikat suatu keturunan, yakni kesatuan antara ayah, ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil dari bentuk-bentuk kesatuan masyarakat.
- Lingkungan Sekolah
            Pendidikan di sekolah, biasanya disebut sebagai pendidikan formal karena ia adalah pendidikan yang mempunyai dasar, tujuan, isi, metode, alat-alatnya disusun secara eksplisit, sistematis dan distandarisasikan. Sekolah hendaknya memberikan pendidikan keagamaan, akhlak, sesuai dengan ajaran-ajaran agama.
- Lingkungan Masyarakat
            Masyarakat turut serta memikul tanggung jawab pendidikan. Secara sederhana masyarakat dapat diartikan sebagai kumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan dan agama.
PAKET 10
KETERKAITAN ANTAR LINGKUNGAN PENDIDIKAN
A. Hubungan Antara Keluarga dengan Sekolah
            Hubungan antara keluarga dan sekolah terjadi pada kerja sama orang tua dengan pihak guru. Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memantau kemajuan anak dalam proses pendidikan, baik kemajuan dalam ranah intelektual maupun psikologis.
- Kunjungan Pihak Sekolah (Guru) ke Rumah Peserta Didik
            Cara ini berdampak positif bagi anak karena merasa sela dierhatikan, dan juga bagi orang tua karena termotivasi untuk selalu mengadakan kerja sama dengan sekolah. Bagi guru dan pihak sekolah manfaat yang bisa diamnil adalah adnya kesempatan untuk melakukan observasi secara langsung Aan melakukan wawancara.
- Kunjungan Orang Tua ke Sekolah
            Kalau ada acara yang diselenggarakan oleh sekolah yang memungkinkan untuk dihadiri orang tua maka akan berdampak positif jika orang tua diundang untuk menghadiri acara tersebut.
B. Hubungan Antara Sekolah dan Masyarakat
- Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat
- Memberikan Pengaruh Perubahan bagi Perkembangan Masyarakat
- Melahirkan Masyarakat yang Siap dan Terbekali bagi kepentingan Kerja di Lingkungan     Masyarakat
C. Hubungan Antara Keluarga dan Masyarakat
            Hubungan Antara Keluarga dan Masyarakat dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, keluarga adalah peletak dasar-dasar pendidikan sosial bagi anak yang didalamnya terdapat pendidikan akan pandangan hidup dan norma sosial. Kedua, masyarakat adalah wadah pengembangan kemampuan sosial anak yang didalamnya terdapat kebudayaan, mobilitas sosial dan peran-peran sosial yang bisa dipelajari dan diambil oleh anak.
PAKET 11
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
A. Sistem Pendidikan Nasional
- Pengertian Pendidikan Nasional
            Dalam UU Sisidiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 2 dirumuskan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan dianggap terhadap tuntukan perubahan jaman.
- Pengertian Sistem Pendidikan Nasional
            Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan yang berkaitan satu dengan lainya untuk mengusahakan tercapainya pendidikan nasional.
B. Permasalahan Sistem Pendidikan Nasional
- Masalah Penerapan Sisdiknas
            Kelemahan sisdiknas sesungguhnya adalah pada konsekuensi logis dan politis pada penerapannya. Dengan sistem yang demikian, maka sisdiknas mensyaratkan bagi sistem yang bersifat sentral dan sistem yang dilandasi oleh tindakan penyeragaman.
PAKET 12
KALEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN NASIONAL
A. Jenis dan Bentuk Kelembagaan Pendidikan Nasional
- Jalur Pendidikan
            Penyelenggaraan sisdiknas dilaksanakan melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal. Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah melalui kegiatan belajar mengajar secara berjenjang dan berkesinambungan(pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi).
- Jenjang Pendidikan
            Jenjang pendidikan adalah suatu tahap dalam pendidikan berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik serta ke luasan dan kedalaman dalam pengajaran. Ada tiga jenjang pendidikan dalam sisdiknas, yaitu :
a. jenjang pendidikan dasar
b. jenjang pendidikan menengah
c. jenjang pendidikan tinggi.
- Jenis dan Bentuk Pendidikan Nasional
            Program pendidikan yang termasuk jalur pendidikan sekolah terdiri atas :
a. pendidikan umum
b. pendidikan kejuruan
c. pendidikan lainya(pendidikan luar biasa, kedinasan dan keagamaan)
B. Pengelolaan Kelembagaan Pendidikan Nasional
- Manajemen Kelembagaan (Institusi) Pendidikan tidak Sistemik, tidak total, dan Tidak mendasar
            Upaya merubah pengelolaan sistem kelembagaan pendidikan nasional, salah satunya adalah harus melaksanakan inovasi manajemen kelembagaan pendidikan secara sistemik, menyeluruh dan mendasar , dengan sasaran utamanya adalah perubahan orientasi , pandangan, cara berfikir, dan pola perilaku nyata sebagai manifestasi adanya perubahan orientasi dan pandangan serta cara berfikir tersebut.
-  Minimnya Akses Informasi
            Kerja sama dengan lembaga di negara lain maupun dengan lembaga-lembaga, badan badan, atau organisasi internasional yang termasuk govermental dan nun-govermental agiences perlu ditingkatkan.
C. Permasalahan Pengelolaan Madrasah sebagai Subsistem Pendidikan Nasional
- Eksistensi Sistem Kelembagaan Madrasah di Indonesia
            Eksistensi Madrasah sudah diakui oleh sejarah. Sejak sebelum bangsa penjajah datang ke bumi Nusantara ini, lembaga pendidikan islam sudah dikenal oleh penduduk kepulauan Nusantara.
- Permasalahan Pengelolaan Madrasah dan Solusi
            Furchan (2004:17) mencatat dua tantangan yang dihadapi oleh Madrasah. Tantangan yang pertama adalah globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses makin kaburnya dan transparannya batas-batas antar negara akibat kemajuan teknologi komunikasi.
Tantangan yang kedua adalah pergeseran masyarakat Indonesia dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri.
PAKET 13
PERMASALAHAN PENDIDIKAN
A. Masalah Pemerataan Pendidikan
- Pengertian Masalah Pemerataan Pendidikan
            Pemerataan pendidikan adalah persoalan yang terkait dengan sistem pelaksanaan sistem pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia dalam menunjang pembangunan suatu bangsa.
- Tujuan Pemerataan Pendidikan
            Tujuan pemerataan pendidikan adalah menyiapkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan bangsa, oleh karena itu setelah upaya pelaksanaan pemerataan pendidikan terpenuhi maka yang harus dilakukan selanjutnya peningkatan mutu pendidikan.
B. Masalah Mutu Pendidikan
- Pengertian Mutu Pendidikan
            Masalah mutu pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang paling mendasar dalam sebuah negara, karena keberhasilan pembangunan suatu bangsa dan negara ditentukan oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
- Tujuan Mutu Pendidikan
            Tujuan mutu pendidikan adalah untuk memberikan jaminan kualitas pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, mutlak dilakukan atau diterapkan oleh lembaga pendidikan.
C. Masalah Efisiensi Pendidikan
- Pengertian Efisiensi Pendidikan
            Pendidikan disebut efisiensi apabila hasil yang dicapai maksimal, dengan biaya yang wajar, karena biaya merupakan ukuran efisien dalam proses pendidikan terutama apabila dalam proses pendidikan dapat menghasilkan output pendidikan dengan biaya yang efisien.
- Tujuan Efisiensi
            Tujuan efisiensi pendidikan dalam konteks penyelenggaraan pendidikan di Indonesia erat kaitanya dengan profesional dalam manajemen nasional pendidikan yang diterapkan, antara lain (1). Disiplin keahlian, (2). Etos kerja, (3). Coast effectiveness.
- Tujuan Relevansi Pendidikan
            Upaya peningkatan relevansi dalam sistem pendidikan bertujuan agar hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, dalam arti dapat memberi dampak bagi pemenuhan kebutuhan peserta didik, baik kebutuhan kerja, kehidupan di masyarakat dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
PAKET 14
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI BERKEMBANGNYA MASALAH PENDIDIKAN
            Menurut Sagala (2006) permasalahan pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yang saling terkait dengan implementasinya. Pertama, masalah makro pendidikan yang terdiri dari : standarisasi pendidikan, persamaan, pemerataan, dan berkeadilan, standar mutu, dan kemampuan bersaing. Kedua, permasalahan mikro pendidikan yang terdiri atas : kualitas manajemen, pemberdayaan satuan pendidikan, profesionalisme dan ketenagakerjaan, dan relevansi kebutuhan.
Faktor-faktor yang memengaruhi permasalahan pendidikan di Indonesia terdiri atas dua, yaitu masalah makro dan mikro. Oleh karena itu, perlu ada solusi-solusi yang konkret dalam mengatasi persoalan tersebut terutama dalam pelaksanaanya dalam konteks otonomi pendidikan dengan mengubah paradigma dalam pengelolaana.
Assalaamu'alaikum wr.wb.
     Selamat pagi saudaraku muslim, pada kali ini saya akan memberitahu saudaraku semua tentang " 7 Syarat Masuk dalam Kelompok  Masuk Syurga tanpa Hisab"
     Kemarin malam tepatnya malam selasa, saya mendengarkan ceramah dari youtube dengan penceramahnya Ust. Zulkifli lc dengan judul ceramah " Ciri-Ciri Orang yang Masuk Syurga dan Neraka", saudaraku bisa cari sendiri di youtube, dan saya akan sedikit membagikan isi dari ceramah tersebut.
    Inilah  7 Syarat Masuk dalam Kelompok Masuk Syurga tanpa Hisab :
1). Imani seluruh isi Al-Qur'an
Maksudnya, seluruh isi yang ada dalam Al-Qur'an harus kita imani/percayai dan jangan pernah kita mendustai apa yang ada dalam Al-Qur'an tersebut.
2). Kerjakan amalan sesanggup kita dan tinggalkanlah seluruh larangannya
Maksudnya, kita harus mengerjakan amalan yang diperintah oleh Allah SWT dengan sesanggup kita, yang belum sanggup bisa kita tunda dulu, contohnya kan Haji, kita semua kan belum tentu sanggup melaksanakan haji dan semua yang di larang oleh Allah SWT harus kita tinggalkan, kalau larangannya tidak hanya sesanggup kita, tetapi seluruhnya harus kita tinggalkan.
3). Menjauhi yang makruh
Maksudnya, setiap perbuatan yang tidak mendatangkan pahala atau kebaikan, maka tinggalkanlah karena itu tidak ada manfaatnya.
4). Tidak meminta untuk di ruqyah oleh orang lain
Maksudnya, kita tidak boleh meminta orang lain untuk meruqyah kita, kitalah yang harus meruqyah diri kita sendiri. Tetapi apabila ada orang lain yang menawarkan untuk meruqyah kita dan tanpa kita meminta, itu boleh.
5). Cintai amalan sunnah dan istiqomah
Maksudnya, kita juga dituntut mengerjakan amalan sunnah meskipun itu hukumnya sunnah dan mengerjakannya pun harus istiqomah, maksudnya terus menerus. Misalnya sedekah, lebih baik kita sedekah sedikit, tetapi tiap hari daripada sekali sedekah banyak tetapi jarang dilakukan.
6). Tidak percaya kesialan
Maksudnya, kita sebagai manusia tidak boleh percaya dengan kesialan apapun, percayalah kalau ini adalah takdir kita yang telah diberikan oleh Allah SWT, contohnya angka 13. Manusia jaman sekarang banyak yg percaya kalau angka 13 itu angka sial, tetapi kita sebagai muslim jangan pernah percaya akan hal itu, cukuplah orang" yg non-muslim saja yang percaya.
7). Tidak berobat dengan besi panas
Nah mohon maap kalau ini saya tidak tahu karena penceramah tidak menjelaskan dengan detail.
     Mungkin ini saja yang bisa saya posting, jika itu memang baik ya ikutilah, kalau ingin melihat langsung ini linknya : https://www.youtube.com/watch?v=d0zmbrFFzls, semoga bermanfaat.
Wassalaamu'alaikum wr.wb